Menggunakan Uang Digital Elektronik (E-Money) Mudah dan Praktis

March 14, 2018
Belakangan ini sudah mulai banyak penyedia layanan uang elektronik. Bahkan pemerintah pun dengan gencar menerapkan sistem pembayaran dengan menggunakan uang elektronik di segala layanan. Yang paling baru adalah layanan tol yang hanya melayani pembayaran dengan uang elektronik atau E-money ini.

Uang Biasa vs E-Money
Uang Biasa vs E-Money

Apa sih uang elektronik itu? Uang Elektronik atau disingkat E-money merupakan layanan keuangan yang diorganisir secara elektronik (atau lebih mudahnya, non tunai). Artinya anda tidak perlu membawa uang fisik sungguhan dalam melakukan kegiatan transaksi. Sebagai penggantinya, anda bisa menggunakan e-wallet, kartu, HP yang mendukung teknologi NFC (Near Field Communication), atau yang berupa kartu magnet.
Lihat juga :  Near Field Communication, Terobosan Baru Untuk Smartphone
Beberapa contoh layanan uang digital elektronik (e-money) adalah Android Pay (Google), Alibaba Pay, TCASH (Telkomsel), Mandiri E-Money (Bank Mandiri), Go-Pay (Gojek), OVO Cash (Lippo Group), dan-lain-lain.

Banyak kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh uang elektronik ini, salah satunya adalah kita tidak perlu takut kalau-kalau tidak menerima kembalian atau repot menukarkan uang kecil untuk transaksi, karena semuanya diatur secara komputerisasi.

Sekarang, ketika kita membayar biaya tol kita sudah tidak perlu lagi menunggu sang petugas menghitung uang dan memberikan kembalian. Tinggal tap kartu e-toll pada mesin yang disediakan, maka biaya tol sudah terbayar (pastikan saldo e-toll masih mencukupi saat anda melewati jalan tol) dan gerbang pun terbuka.

Kemudahan uang elektronik ini pun terasa ketika menggunakan transportasi ojek online. Kita tidak perlu membuka dompet atau menyisihkan uang di saku, begitu sampai tujuan tinggal turun saja karena biaya layanan ojek online sudah terbayar tanpa ribet. Bahkan customer yang menggunakan layanan Go-Pay saat memesan Go-Jek atau Go-Ride akan langsung diprioritaskan lho.

TravelokaPay dan Uangku
TravelokaPay dan Uangku

Bahkan beberapa perusahaan yang sudah mengantongi ijin untuk membuka layanan e-money, memberikan diskon dan promo khusus untuk pelanggan yang menggunakan uang digitalnya. Contohnya OVO menawarkan promo cashback hingga 10% untuk anda yang berbelanja di Hypermart menggunakan OVO Cash, atau Go-Jek yang memberikan diskon 20% bagi anda yang membayar menggunakan Go-Pay (dan anda pun juga berkesempatan untuk mendapatkan point yang bisa digunakan untuk menukar hadiah tertentu) dan Traveloka yang memberikan diskon 50.000 rupiah untuk customer yang membeli tiket menggunakan layanan Uangku (diberdayakan oleh Smartfren dan Sinarmas Bank).

Sudah lebih praktis dan mudah, banyak promo lagi. Mekanisme pengisian uang digital elektronik (E-money) ini pun sangat mudah. Bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti :
  • Mengisi via merchant (seperti Alfamart, Indomaret, Lawson, Dan Dan, Circle K)
  • Mengisi via pulsa (Contohnya Telkomsel untuk TCASH, Smartfren untuk UANGKU, dan lain-lain)
  • Lewat kartu kredit
  • Lewat atm dan internet banking atau m-banking
Tidak seperti uang tunai fisik yang akan sangat sulit untuk dibawa dengan jumlah besar, uang digital elektronik (e-money) hanya perlu membawa 'alatnya' saja (misal HP atau kartu) dengan nominal berapapun. Mau 1 Miliar rupiah pun juga tidak masalah dibawa kemana-mana, asal perusahaan yang menyediakan layanan uang digital memperbolehkan mengisi dengan nominal segitu.

Uang digital elektronik (e-money) ini bukan hanya berfungsi untuk membayar tol atau ojek saja. Bisa juga lho, digunakan untuk berbelanja asal merchant tempat anda belanja menyediakan EDC untuk membaca kartu atau HP e-money anda.

Meskipun banyak kelebihannya, peluncuran uang digital ini masih banyak menuai kontroversi serta pro kontra. Contohnya ketika pemerintah menerapkan biaya administrasi sebesar 2.000 rupiah untuk top up kartu e-toll, atau Grab-Pay yang layanannya kerap dibekukan oleh BI (Bank Indonesia) karena belum dilengkapi ijin.

Ada juga yang mengatakan kalau e-money bukan alat pembayaran yang sah. Sebenarnya ini salah kaprah, karena e-money itu sendiri berisi uang rupiah yang memiliki kekuatan hukum dan nilai yang sama dengan uang kartal biasa.

Oleh karena itu, sebelum anda memutuskan untuk menggunakan layanan uang digital elektronik (e-money), pastikan dulu kalau penyedia layanan sudah memiliki ijin agar tidak bermasalah di kemudian hari.

Bagaimana? Berminat untuk menggunakan layanan ini? Dengan segala kepraktisan, kemudahan, dan promosi yang diadakan oleh para penyedia layanan uang elektronik ini, tentunya akan membuat anda semakin yakin untuk 'hijrah' dari cara pembayaran tradisional ke modern. Semoga artikel ini membantu anda. Salam.

Professional One Stop Property Advisor And Expert.
Your trusted financial planner and consultant
Owner of xinfczd.com

"Keep Calm And Tranquill Settlement"

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No spam please! Be a good netizen. Komentar dengan link aktif akan dihapus oleh admin blog. EmoticonEmoticon

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *