Loading...

5 Platform Kelas Online Gratis Untuk Belajar Digital Marketing

8/30/2020 Add Comment

Kamu tertarik menjadi seorang digital marketing? Sayangnya saat ini masih belum ada jurusan universitas di Indonesia yang membahas khusus tentang digital marketing. Jika masih ngotot mau mempelajarinya lewat jalur akademik, maka kamu harus ikut banyak jurusan sekaligus. Seperti bahasa, marketing, DKV, dan ilmu komunikasi.

Nggak mungkin kan kamu ikut banyak jurusan sekaligus dalam satu waktu? Belum tentu juga kamu bisa menyerap semua ilmunya sekaligus, atau bahkan tidak mendapatkan ilmu apapun karena terlalu pusing!

5 Platform Kelas Online Gratis Untuk Belajar Digital Marketing
Digital marketing sudah menjadi profesi yang cukup diperhitungkan sekarang. Apakah ada tempat khusus untuk mempelajari digital marketing?

Tenang saja, sekarang kan sudah era internet! Kamu bisa mengakses berbagai macam kelas belajar digital marketing secara gratis. Mulai dari kelas kecil seperti yang disediakan Niagahoster, sampai kelas komprehensif yang disediakan oleh Facebook dan Google langsung. Wow!

Apa saja kelas online Digital Marketing gratis yang bisa diikuti?

Perlu diperhatikan bahwa semua kelas yang disebutkan di sini hanya mendukung bahasa Inggris. Jika kamu tidak menguasai bahasa tersebut, maka dikhawatirkan kamu tidak bisa memahami kelasnya dengan baik, Beberapa kelas cukup baik hati dengan memberikan subtitle bahasa lokal, seperti kelas yang diadakan Google. Namun sebagian besar tidak.

1. Google Digital Garage (lengkap dengan tes sertifikasi!)

Google Digital Garage merupakan kelas online gratis yang diadakan oleh Google, yang juga merupakan kiblat dari para digital marketer di jaman sekarang. Google Digital Garage membahas tentang pengertian DIgital Marketing, tips-tips, pengelolaan sosial media, toko online, sampai cara-cara untuk melakukan ekspansi ke luar negeri.

Google Digital Garage

Kelas diadakan dengan format yang cukup lengkap. Mulai dari video interaktif, workbook, sampai ujian yang permasalahannya diambil dari kejadian nyata. Kelas ini merupakan kelas yang paling recommended dan cocok untuk diambil oleh kamu yang masih pemula di bidang digital marketing. Bahasa yang digunakan juga bukan bahasa super formal kok! Jadi pasti tidak kaku.

Nantinya di akhir kelas kamu akan mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan ujian komprehensifnya. Sertifikat ini nantinya bisa dijadikan bukti bahwa kamu adalah digital marketer handal kepada perusahaan yang akan kamu lamar.

2. Google Skillshop (lengkap dengan sertifikat)

Masih satu grup dengan yang sebelumnya, hanya saja Google Skillshop lebih berfokus pada pelajaran teknikal (alat-alat yang bisa digunakan untuk mendukung Digital Marketing), seperti Google Ads, Google Analytics, dan Google Tag Manager.

Google Skillshop

Semua pengetahuan tentang alat-alat tersebut dirangkum dalam setiap paket kelas yang diberikan, yang tentu saja gratis! Di beberapa kelas seperti Google Analytics Academy, kamu juga akan menemukan modul yang disertai akun demo, sehingga kamu bisa langsung mempraktekan teori yang kamu dapatkan.

Satu perbedaan yang cukup menarik. Untuk mendapatkan sertifikat, kamu hanya perlu menyelesaikan semua tesnya (biasanya ada 4 tes) dan mendapatkan nilai minimal 80%. Tentu saja ini lebih mudah dibangdingkan harus mengerjakan satu ujian besar seperti di Google Digital Garage.

3. HubSpot Academy (lengkap dengan sertifikat)

Sebagai perusahaan penyedia aplikasi social monitoring terbesar, HubSpot juga menyediakan berbagai kelas seputar dunia digital marketing secara komprehensif dan mudah dimengerti. HubSpot menyediakan kelas teori dunia marketing dan hubungan dengan tools yang mereka miliki.

Setiap modul kelasnya memiliki durasi yang cukup panjang (bahkan saya sendiri memerlukan waktu sekitar 1 minggu untuk menyelesaikan setiap kelas, dimana saya mencicil modulnya selama 30 menit - 1 jam per hari). Tentu saja karena HubSpot mau semua muridnya paham dan mengerti setiap subjek secara lengkap.


Di setiap modul, nantinya kamu akan disuguhkan quiz ringan dengan 2-5 pertanyaan. Tenang saja, bukan quiz yang super ruwet seperti ujian sekolah kok, kamu hanya akan diberikan pertanyaan yang bersifat review dari modul yang sudah kamu pelajari sebelumnya.

HubSpot memberikan format kelas full video saja (masih agak kurang jika dibandingkan dengan milik Google yang dilengkapi format lain). Namun menurut pendapat saya pribadi, kelasnya sudah cukup baik dan mudah dipahami.

4. LinkedIn Online Learning (lengkap dengan sertifikat)

Platform media sosial untuk professional ini ternyata juga memberikan pelatihan bagi pengguna. Melalui aplikasinya, LinkedIn Online Learning, LinkedIn memberikan pelatihan dalam format video kelas online. Metode pembawaannya hampir sama dengan HubSpot Academy.

Hanya saja, LinkedIn Online Learning tidak hanya berfokus pada marketing dan tools pendukungnya saja. Tapi juga berbagai subyek lain seperti bahasa, manajemen, rekrutmen, data science, dan sebagainya.

LinkedIn Online Learning

Dan yang perlu diingat adalah, tidak semua kelas tersedia secara cuma-cuma. Kamu perlu membayar biaya berlangganan jika ingin mengikuti kelas yang lebih advanced. Tapi saya kira kelas-kelas gratis yang ada di LinkedIn sudah cukup sebagai langkah awal untuk memandu karirmu.

LinkedIn juga memberikan sertifikat tanda selelsai, dan sertifikat tanda lulus tes (jika tersedia). Yang paling menarik adalah, pengguna bisa berinteraksi dengan pengguna lainnya lewat forum Q&A yang disediakan di dalam kelas. Kamu pun juga bisa mempelajari profil pengajar dengan mengunjungi halaman LinkedIn mereka.

5. Facebook Blueprint

Berikutnya adalah Facebook Blueprint. Platform ini merupakan tempat yang sempurna jika kamu mau belajar tentang cara mengelola akun FB/IG, advertising, sampai bagaimana cara membuat konten yang engaging bagi followers dari akun kamu.

Facebook Blueprint

Model kelasnya masih menggunakan video yang dilengkapi dengan quiz singkat, namun pembawaannya sangat anak muda banget. Sebagian besar kelas Facebook Blueprint hanya membahas tentang paltform Facebook dan Instagram sendiri, meskipun ada yang diselingi dengan fundamental digital marketing.

Sayangnya jika kamu mau mengambil sertifikasi, maka kamu perlu melakukan pembayaran dan melakukan prosedur yang cukup belibet.

Itulah daftar 5 platform kelas online gratis yang bisa kamu gunakan untuk belajar digital marketing. Tenang saja, semuanya bisa kamu ikuti meskipun kamu tidak memiliki dasar pengetahuan sama sekali, karena memang mereka mengajar dari dasar terlebih dahulu.

Sertifikat dan kelas-kelas yang sudah kamu ikuti, tentunya bisa kamu pajang di CV atau di akun LinkedIn-mu sebagai bukti profisiensi dari kemampuan digital marketing yang kamu miliki. Satu yang perlu diingat, jangan pernah mengikuti kelas hanya karena ingin mengejar sertifikat!

Selamat belajar, dan teruslah meningkatkan kemampuan tanpa henti agar kamu tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman yang semakin canggih ini. 

Cara Membuat Visualisasi Data Sederhana Dengan Google Data Studio

8/11/2020 Add Comment
Siapa yang tidak butuh data? Sebuah perusahaan atau bisnis bisa menjadi besar pun karena mereka memiliki data yang kuat dan solid. Data tersebut nantinya bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan, sehingga kebijakan atau inovasi baru yang diambil berguna bagi para pelanggan, bukan hanya ingin memenuhi ego perusahaan.

Namun data hanya menjadi berharga bila bisa diterjemahkan menjadi penjelasan, dan ada banyak cara untuk melakukan itu. Perusahaan atau bisnis yang benar, biasanya mempekerjakan seorang Data Scientist untuk membantu mereka menerjemahkan data-data tersebut. Baik secara lisan maupun secara tertulis menggunakan program komputer. Salah satunya ya dengan Google Data Studio yang bisa diakses gratis ini!


Mengapa Harus Pakai Data Studio?

Satu pertimbangan yang selalu saya ingat, yaitu tidak semua orang memiliki latar belakang yang sama. Saya memang jago di bidang digital marketing, tapi klien dan atasan saya tidak! Saya bisa baca dengan mudah data-data itu, atau menavigasi menu-menu dan menciptakan filter serta segmentasi. Tapi bagaimana dengan rekan kerja saya? Jelas mereka belum tentu bisa.

Ini alasan mengapa kita, sebagai pekerja yang baik, harus bisa memberikan data sesederhana mungkin tanpa mengurangi kualitas dari data tersebut. Dan inilah fungsi utama dari sebuah data studio.

Dan ini adalah contoh perbandingan dari laporan Google Ads yang telah diracik di data studio dibandingkan dengan laporan dashboard mentah Google Ads.

Dasbor Laporan Keyword Google Ads

Coba bandingkan dengan laporan Google Data Studio di bawah ini:

Keduanya sama-sama laporan keywords yang menampilkan iklan Google Ads, tapi mana yang lebih mudah dicerna? Sudah pasti yang format data studio bukan?

Selain itu, konsep data studio yang GUI (Graphic User Interface) juga jauh lebih sedap dipandang, dibandingkan dengan dasbor Google Ads yang dipenuhi tulisan. Data studio juga bisa menampilkan data sesuai apa yang dibutuhkan, dan tidak perlu melakukan navigasi antar menu yang merepotkan.

Kelebihan Google Data Studio

Sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan data studio apapun, tentu kamu harus tahu apa saja kelebihannya. Dan kali ini saya akan menginformasikan apa saja kelebihan yang bisa kamu dapatkan dari menggunakan Google Data Studio:
  • Fiturnya 100% gratis
  • Kamu tidak harus bisa coding untuk bisa menggunakan data studio ini, karena banyak penyedia template yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan
  • Sudah dilengkapi dengan data source bawaan dari layanan Google. Jadi kalau kamu membutuhkan visualisasi data dari Google Analytics atau Google Ads, maka kamu bisa langsung menggunakan data source bawaan mereka
  • Mendukung collaborative edit, sama seperti Google Drive
  • Bisa desain dasbor sendiri, sesuai keinginan
  • Pilihan penyajian data yang sangat lengkap, mulai dari tabel biasa, pivot table, chart, pie chart, heatmap, sampai pemetaan lokasi. Semua ada
Sejauh ini saya sudah menggunakan Google Data Studio untuk memvisualisasikan data Google Analytics, Google Ads, dan mencoba menggunakan template pihak ketiga untuk report perkembangan akun Instagram. Sejauh ini saya tidak menemui masalah apapun, dan data yang ditampilkan benar-benar persis sama dengan yang ada di dasbor bawaan.

Google Data Studio ini juga bisa membantu kamu untuk mempresentasikan data kepada atasan dan klien kamu. Bayangkan kalau harus melakukan screenshot layar berulang kali, hanya karena ingin menampilkan data dari segmen berbeda. Mau berapa kali screenshot? Belum kalau diminta membuat komparasi datanya.

Lalu bagaimana cara membuatnya? Untuk membahas itu, silahkan membaca tutorial di bawah ini.

Cara Membuat Dasbor Visualisasi Data Pertama di Google Data Studio

Caranya sangat-sangat simpel, bahkan untuk orang yang tidak memiliki background sebagai seorang data analyst seperti saya. Saya bahkan tidak perlu mengambil kursus atau membaca tutorial yang rumit untuk mulai menggunakan Google Data Studio ini, karena ya memang mudah digunakan.

Tampilan Awal Google Data Studio

Pertama, silahkan kunjungi alamat Google Data Studio di https://datastudio.google.com. Kamu perlu menggunakan akun Gmail untuk login dan masuk ke dasbor awal.

Kedua, buat langsung dasbor laporan baru. Bisa memilih 'blank report' jika kamu ingin membangun dasbor data dari awal atau langsung memilih dari daftar template bawaan dari Google. Jika kamu memiliki akun penyedia visualisasi data seperti Supermetrics, maka kamu bisa juga menggunakan template dari mereka.

Untuk saat ini saya akan menggunakan template bawaan dari Google saja, yaitu template Google Ads.

Selanjutnya kamu akan diminta untuk melakukan otorisasi data. Proses ini diperlukan untuk memberikan otoritas kepada Google Data Studio untuk mengakses seluruh raw data yang kamu miliki. Klik "Authorize" dan ikuti langkah-langkah berikutnya. Setelah itu, klik "Use Template" dan ikuti langkah-langkahnya.

Setelah itu kamu akan diminta untuk memasukan data source yang kamu miliki. Karena ini adalah laporan Google Ads, maka saya menggunakan data source dari Google Ads, klik "Copy Report" dan lanjutkan ke proses berikutnya.


Tara! Kamu sudah masuk ke dalam dasbor pertamamu. Dan karena ini adalah template, maka kamu sudah bisa mulai melihat data yang ada.

Kustominasi Dasbor dan Mengimplementasikan Konsep Design Pada Data Studio

Setelah kamu berhasil membuat dasbor pertama, kamu bisa mulai melakukan kustominasi pada data studio yang kamu miliki. 

Salah satu fitur yang saya sangat sukai dari Google Data Studio adalah kebebasan untuk melakukan kustominasi tampilan sesuka hati. Kita bisa memilih warna, font, ukuran, dan layout sepuasnya. Ini membuat tampilan dari laporan yang kita buat tidak membosankan, dan bisa dibuat seatraktif mungkin.

Untuk itu, kamu mungkin perlu menerapkan sedikit teori design di sini. Tenang saja, kamu tetap bisa menggunakan template layout bawaan Google, sehingga kamu tidak perlu melakukan pengaturan secara manual.

Berikut sedikit tips layouting agar dasbor data studio-mu sedap dilihat oleh dirimu dan orang lain:
  • Awali dengan overview secara garis besar terlebih dahulu, baru masuk ke data yang lebih detail
  • Gunakan visualisasi tipe score board dan grafik sebagai pembuka
  • Pastikan jarak antar elemen tidak terlalu dekat dan terlalu jauh. Google Data Studio telah memberikan panduan grid agar tata letak elemen-mu teratur dengan sempurna
  • Perhatikan kontras antara tulisan dengan background dan elemen
  • Ukuran font juga perlu diperhatikan, jangan sampai tulisannya terlalu kecil atau terlalu besar (apalagi sampai keluar dari batas)
Selain layout kamu juga harus tahu bahwa kamu tidak bisa mengkombinasikan Dimensi data dengan Metrik yang berbeda scope. Contohnya, kamu tidak bisa menggabungkan dimensi data "Total Pengguna" dengan metrik "Sumber Lalu Lintas", karena scope keduanya berbeda.

Jadi sebelum kamu mulai menyusun visualisasi data kamu, pastikan kamu sudah melakukan sketsa tentang data apa saja yang akan kamu tampilkan di dasbormu, termasuk dimensi dan metrik yang akan diukur.

Terakhir, kamu juga bisa membuat filter data khusus apabila kamu hanya mau menampilkan data dari segmen tertentu. Misalnya, kamu punya 3 jenis campaign Google Ads dan kamu hanya mau menampilkan salah satunya, maka kamu bisa menyetel filter di level Report Filter agar laporan yang tampil hanya salah satu dari campaign yang kamu inginkan.

Filter Google Data Studio

Hal-hal yang Perlu Diingat Sebelum Membuat Visualisasi Data

Sekali lagi diingatkan bahwa visualisasi data dibuat agar data-data tersebut bisa dicerna dengan mudah. Jadi jangan sampai kamu membuat visualisasi data, tapi hasilnya malah lebih sulit dibaca. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak tips membuat visualisasi data di bawah ini:

Buat sesimpel mungkin

Jangan bernafsu dengan menambahkan data sebanyak-banyaknya sampai dasbornya penuh. Percayalah bahwa tidak semua data yang tampil di laporan itu penting bagi kamu, atasan, klien, atau rekan kerja kamu. Misalnya jika kamu membuat laporan untuk perkembangan akun Instagram, untuk apa kamu memasukkan data jumlah perkembangan following? Kan tidak penting.

Jadi perhatikan apa saja metrik kunci yang perlu dimonitor, dan masukan secukupnya. Lalu pastikan kamu juga menggunakan format visualisasi yang benar. Misalnya data perbandingan pengguna perangkat ponsel tentu lebih baik jika disajikan dengan pie chart.

Ciptakan Flow

Dasbor yang kamu buat tidak boleh loncat-loncat. Bahas data tersebut secara berurutan, dari yang paling luas hingga yang paling spesifik. Jangan tiba-tiba ada data yang nyempil masuk ke dalam laporan yang kamu buat. Misalnya, kamu memasukkan data "Jenis Kelamin" di tengah-tengah laporan "Pengeluaran Harian". Jelas itu akan membingungkan orang yang membaca data kamu.

Apalagi kalau dimensi dan metriknya jauh berbeda, sama saja kamu tidak mempermudah penyajian data tapi justru mempersulit. Pastikan kamu sudah membuat sketsa tentang alur laporan kamu, sebelum memulai membuat visualisasi data.

Kelompokkan Data yang Berada di Topik yang Sama

Data biaya per klik, biaya per konversi, total biaya, rasio biaya dengan klik masukkan semuanya ke topik "Biaya". Begitu juga dengan laporan Demografi, Kata Kunci, Sumber Lalu Lintas, dan sebagainya. Ini tidak hanya membuat laporanmu lebih mudah dibaca, tapi juga mempermudah kamu ketika mempresentasikan data tersebut ke orang lain.

Sekarang kamu sudah siap untuk membuat dasbor visualisasi datamu sendiri, baik untuk kebutuhan pribadi ataupun kebutuhan professional. Satu lagi, metode laporan seperti ini sangat cocok untuk para pekerja yang harus berkutat dengan banyak data sekaligus seperti marketing, researcher, surveyor, dan sebagainya.

Siap untuk membuat dasbor visualisasi data di Google Data Studio?

Bisa Pinjam Tanpa Jaminan, Apa Perbedaan dari Pinjol Legal dan Illegal?

7/23/2020 Add Comment
Pinjol atau Pinjaman Online atau Fintech merupakan salah satu layanan finansial (baik perbankan maupun non perbankan) yang berfokus pada pinjaman/kredit tanpa agunan (KTA), dengan hanya memanfaatkan aplikasi. Artinya, kamu bisa meminjam sejumlah uang tanpa menjaminkan barang apapun hanya dengan bermodalkan aplikasinya saja.

Pinjol ini bisa dibilang pisau bermata dua. Dan karena lembaga non perbankan atau bahkan perorangan sekalipun bisa memberikan pinjaman (selama ada uangnya), maka pertumbuhan pinjol bisa dibilang sangat cepat sekali. Terutama di masa pandemi seperti ini, dimana banyak orang butuh bantuan dana darurat yang tidak repot.

Perbedaan Pinjol Legal dan Illegal

Kembali lagi, mengapa pisau bermata dua? Tentu tadi sudah disebutkan bahwa perorangan juga bisa memberikan layanan pinjol, dan kamu pasti paham bahwa dengan begitu maka mereka bisa saja membuat layanan tanpa mengikuti standar pemerintah. Artinya, kamu bisa saja terjebak ke dalam penyedia jasa pinjol yang mentapkan kontrak dan bunga secara sepihak!

Ini yang kemudian kami sebut sebagai pinjol illegal. Salah satu indikatornya adalah, pinjol illegal tidak termasuk dalam daftar lembaga keuangan yang dikeluarkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sekali kamu terjebak ke dalam pinjol illegal, maka kamu akan berurusan dengan konsekuensi berikut:
  1. Bunga yang mencekik dengan tenor yang sangat pendek (bahkan ada yang mengenakan bunga sampai 9% per hari!)
  2. Resiko penyalahgunaan data. Jika kamu tidak bisa membayar, maka datamu bisa disebar ke semua kenalanmu. Dan jika kamu rutin membayar, namamu bisa dicatut untuk kebutuhan promosional mereka.
  3. Sistem penagihan yang tidak mengikuti standar hukum. Hampir semua pinjol illegal menagih nasabahnya dengan cara memaki atau bahkan melecehkan mereka. Ada juga yang sampai meneror atasan dan keluarga nasabah.

Perbedaan Pinjol Legal dan Illegal

Sebenarnya tidak sulit untuk membedakan antara pinjol legal dengan illegal. Caranya adalah dengan mengecek besaran bunga yang bisa kamu hitung dengan membagi antara total yang kamu dapatkan dengan total yang kamu bayar.

Jika hasinya di bawah 0,80 (atau kurang dari 80%), maka bisa dipastikan pinjol yang sedang kamu gunakan adalah illegal! Tentu kamu tidak mau hasil kerjamu 'dihisap' oleh para pemilik pinjol secara cuma-cuma bukan?

Atau selanjutnya kamu bisa mengecek nama pinjol tersebut di website OJK (www.ojk.go.id). Namun karena terkadang nama aplikasi pinjol tidak merepresentasikan nama PT-nya, mungkin kamu akan sedikit kesulitan. Belum lagi kalau ada nama-nama yang hampir mirip.

Lalu kamu jangan pernah langsung percaya dengan nama aplikasi pinjol yang ada di PlayStore! Tidak selalu nama pinjol yang mirip dengan nama suatu bank, adalah pinjol resmi yang dikeluarkan bank bersangkutan. Bisa jadi pemilik pinjol itu yang nyama-nyamain nama aplikasinya.

Meminjam di Pinjol Illegal Tidak Akan Menyelesaikan Masalah Keuanganmu

Sekacau-kacaunya kondisi keuanganmu, jangan pernah meminjam di pinjol illegal kecuali kamu paham resikonya. Salah satu masalah yang paling sering ditemui oleh mereka yang menggunakan pinjol illegal adalah gali lubang tutup lubang, dimana hutang terus menumpuk untuk menutup hutang sebelumnya.

Tentu saja saya sebagai admin blog ini sangat tidak menyarankan kamu untuk berurusan dengan pinjol illegal. Kamu juga bisa membaca beragam kasus akibat dari aktivitas pinjol illegal yang tidak taat hukum di portal berita mainstream.

Ingat Untuk Selalu Mengatur Semua Keuanganmu

Bagaimanapun mau yang legal atau illegal, sangat tidak disarankan untuk melakukan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif (beli HP untuk gaming misalnya). Oleh karena itu kamu harus melakukan manajemen keuangan dan memastikan kalau pengeluaranmu lebih kecil dari pemasukanmu.

Akhir kata, jadilah generasi melek keuangan agar tidak menemui kesulitan di masa depan. Semoga artikel ini membantu kamu semua dalam memahami perbedaan pinjol legal dan illegal.

Butuh Tempat Konsultasi Karir? Coba Glints Community!

7/18/2020 Add Comment
Masalah karir memang bisa bikin kepala pusing, apalagi kalau kamu baru lulus kuliah dan masih belum tahu bagaimana kondisi lapangan kerja yang sebenarnya. Memang sih sudah pernah magang, tapi magang kan masih dibantu universitas. Belum lagi persyaratan magang tidak seruwet syarat melamar pekerjaan full-tmie.

Nah sekarang bagaimana cara mengatasi hal ini? Apakah ada tempat untuk bertanya dan konsultasi soal karir? Well, admin xinfczd akan merekomendasikan Glints Community yang bisa kamu gunakan untuk bertanya apapun seputar karir.

Mulai dari persiapan wawancara, cara melamar yang baik dan benar, sampai menangani lingkungan toxic di kantor sekalipun juga ada. Di samping itu, kamu juga bisa langsung apply kerja yang ada di sana, karena Glints juga termasuk salah satu dari situs pencari kerja terpercaya di Indonesia.

Glints Community

Cara Menggunakan Glints Community

Pertama-tama tentunya kamu harus mendaftar akun baru terlebih dahulu. Kamu bisa mendaftar dengan e-mail atau dengan akun sosial media seperti Facebook dan LinkedIn. Setelah pendaftaran selesai, silahkan lengkapi profil kamu terlebih dahulu (sangat disarankan, akan dijelaskan di bagian lain artikel ini). Setelah itu, kamu bisa langsung mengakses forumnya di glints.id/community.

Kamu bisa melihat ada banyak sekali orang yang saling berdiskusi di sana, dan diskusinya juga dibagi-bagi menjadi beberapa kategori. Kamu pun juga bisa membaca-baca terlebih dahulu, siapa tahu ada yang sudah bertanya dan kamu bisa mendapatkan jawaban dengan lebih cepat. Jika ternyata memang tidak ada, maka kamu bisa mulai bertanya dengan tombol "Ask Question"

Antarmuka Glints Community

Selanjutnya kamu tinggal isi saja kolom-kolom yang diminta. Oh ya, kamu juga bisa membuat polling kalau sewaktu-waktu kamu mau melakukan survey di dalam forum. Pilihan untuk polling-nya juga bisa cukup banyak dan menyesuaikan kebutuhan.

Setelah selesai, kamu tinggal klik "Submit" dan pertanyaanmu akan langsung terpos.

Tanya Jawab dan Beraktivitas di Dalam Glints Community

Tentu saja kamu juga bisa menjawab pertanyaan atau sekadar memberi "like" (seperti di Reddit atau KasKus) kepada pertanyaan atau jawaban yang menarik bagimu. Dan tentu saja ada yang cukup menarik, dimana setiap pertanyaan yang cukup populer di dalam komunitas akan diangkat dan dipajang di homepage Glints.

Profil setiap penanya dan pemberi jawaban juga akan dimunculkan. Ini cukup menarik, sebab kamu bisa aktif di dalam forum sambil melakukan personal branding. Admin sendiri sudah pernah mencoba, dan hasilnya sangat baik sekali (bahkan admin sampai dijadikan responden untuk UI/UX Glints Community selanjutnya).

Status Aktivitas Glints Community

Dan tentu saja sangat disarankan untuk melengkapi profil Glints kamu terlebih dahulu sebelum aktif di dalam forum. Semua pertanyaan, komentar, dan jawaban yang kamu pasang akan tercatat di dalam profil! Dan semua itu bisa diakses oleh seluruh pengguna Glints! Jadi, pastikan kamu hanya memberikan pertanyaan dan jawaban yang terbaik ya!

HR Juga Bisa Memantau Kamu di Dalam Glints Community, Jadi Pastikan Hanya Berikan Impresi Terbaik!

Perlu diingat bahwa Glints merupakan platform atau website tenaga kerja, yang artinya semua pengguna bisa melamar/memasang lowongan pekerjaan. Ada HR dari ribuan perusahaan yang cukup aktif di dalam Glints, dan admin sarankan kamu jangan pernah melakukan tindakan yang tidak perlu (seperti asal menjawab atau asal bertanya). Salah-salah namamu bisa ditandai dan ini bisa menimbulkan masalah bagi karirmu!

Sekali lagi, semua riwayat kegiatanmu di dalam forum akan tercatat di profil. HR juga sewaktu-waktu bisa saja mengecek profilmu jika mereka merasa kamu memiliki potensi. Ingat, jangan melakukan spam komentar/jawaban/pertanyaan hanya untuk semata-mata terlihat aktif, sebab sekali lagi HR tidak pernah tertarik pada hal yang tidak memiliki nilai tambah.

Gunakan komunitas dari Glints ini dengan bijak. Dan sekarang kamu sudah tidak buta ketika ingin mencari nasihat karir, bukan? Selamat mencari petunjuk karir dan semoga sukses!

Ini Dia 7 Situs Terpercaya Untuk Melamar Kerja, Sudah Coba Semua?

7/02/2020 Add Comment
Mencari pekerjaan memang bukan masalah simpel, apalagi ketika jumlah tenaga kerja berkualitas yang terus bertambah sedangkan pertambahan jumlah lowongannya tidak begitu banyak. Bagi pencari kerja yang tidak begitu mengerti darimana sumber informasi lowongan, tentu akan menemui kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Untungnya teknologi selalu berkembang, dan sekarang cukup banyak jobsite atau situs lowongan kerja berkualitas yang telah beroperasi. Dan ini berarti, para pencari kerja bisa menemukan informasi lowongan lewat situs online dimana ini sangat menghemat waktu, biaya, dan bisa diakses oleh semua orang!

7 Situs Lowongan Kerja Terpercaya

Nah, kira-kira apa saja sih situs lowongan kerja yang bisa dipercaya dan diandalkan? Berikut saya infokan 7 situs terpercaya untuk melamar kerja, gratis!

1. Jobstreet

Mungkin semua orang sudah tahu situs lowongan kerja yang sering kirim email dengan judul 'Lina dari Jobstreet' ini. Ya, Jobstreet merupakan salah satu situs lowongan kerja yang paling sering digunakan baik dari perusahaan (startup sampai kelas dunia) dan pencari kerja.

Cara pakainya juga tidak sulit. Cukup daftar di situs resminya di jobstreet.com, lalu isi data yang diminta. Setelah itu kita bisa langsung mulai melamar kerja langsung lewat situsnya tanpa perlu repot lagi. Jobstreet juga memberikan informasi rata-rata respon dari setiap perusahaan yang akan dilamar, mulai dari cepat (1-3 hari) sampai lambat (lebih dari 2 minggu).

Mungkin ada orang yang mengalami kesulitan saat melamar kerja di situs ini (tidak pernah dapat panggilan interview atau yang lainnya). Tenang dan jangan menyerah! Coba cek data-data pribadi dan perkenalan diri sebelum lanjut melamar lagi, siapa tahu belum lengkap.

2. Indeed

Indeed juga hampir sama dengan situs lowongan kerja di atas, tinggal daftar dan kita bisa langsung melamar lewat web/aplikasinya. Bedanya, Indeed juga menyertakan lowongan yang tidak terdaftar di dalam situsnya (lowongan dari situs luar, misalnya dari situs internal perusahaan). Beberapa lowongan di Indeed juga mensyaratkan beberapa data tambahan (seperti tes kognitif dan cover letter).

Di bagian CV, Indeed juga menyediakan kolom pencapaian dan sertifikat. Sehingga kita bisa mencantumkan semua prestasi dan sertifikat yang diperoleh langsung di dalam CV Indeed. Semua ini tentu berguna untuk meyakinkan recruiter agar mau memanggil kita untuk menghadiri wawancara kerja. Oh ya, CV di Indeed juga bisa diunduh jika kamu masih belum punya file CV sendiri loh!

Indeed juga memberikan beberapa tanda khusus untuk lowongan spesial, yaitu responsive employer (perusahaan yang selalu merespon dengan cepat), urgently hiring (butuh cepat) dan hiring multiple candidates (mencari kandidat lebih dari 1 untuk posisi yang sama). Tanda-tanda ini tentu sangat membantu kita untuk mendapatkan pekerjaan dengan lebih mudah.

3. Glints

Glints merupakan situs lowongan kerja asal Singapore. Situs ini berfokus pada perusahaan startup di Asia Tenggara, sehingga sebagian besar lowongannya berasal dari perusahaan startup (terutama yang berbasis teknologi). Di Glints, kamu juga bisa menemukan forum tanya jawab dan kelas online untuk membantu perkembangan karirmu.

Tidak jauh berbeda dengan situs lowongan kerja lainnya, kamu bisa mengisi CV langsung di sana yang bisa digunakan untuk melamar tanpa perlu kirim-kirim berkas lagi. Namun ada bagian dimana kamu bisa meng-upload dokumen penting seperti sertifikat atau transcript nilai agar bisa dilihat langsung oleh recruiter. Jika dilengkapi dengan baik, ini bisa meningkatkan kemungkinan kamu dipanggil interview. Kamu juga bisa menyetel privasi profil ke 'publik' agar profilmu bisa diakses oleh HRD/Talent Hunter, dan mereka bisa mengontakmu jika sewaktu-waktu mereka ingin menawarkan pekerjaan.

Glints juga menawarkan fitur TalentHunt/VIP Member untuk pencari kerja dengan pengalaman minimal 1 tahun di bidang yang terkait. 

4. TechInAsia

TechInAsia atau biasa disingkat TIA memiliki kemiripan karakteristik yang cukup dekat dengan Glints. Yaitu sama-sama berfokus pada startup, terutama teknologi dan fintech. Bedanya, di TechInAsia kamu tidak akan dimintai cover letter atau surat lamaran.

TechInAsia juga menyediakan berbagai insight tentang pertumbuhan startup, barangkali jika kamu membutuhkannya. Sayangnya ada beberapa berita yang hanya ditulis untuk pelanggan premium, jadi jika kamu hanya pelanggan biasa maka kamu memiliki batasan untuk mengakses berita dari sana.

5. AMBIZ

AMBIZ merupakan platform spesialis magang dan internship. Namun belakangan ini AMBIZ juga menyediakan pekerjaan full-time bagi para kandidatnya. Salah satu hal yang menarik dari platform ini adalah, kamu tidak diminta untuk mengisi GPA/IPK maupun membuat CV. Sehingga pertimbangan untuk penerimaan di AMBIZ benar-benar bergantung pada seberapa jauh kemampuan dan skill kamu.

AMBIZ juga menyediakan kelas dan webinar untuk kamu yang mau belajar lebih jauh. Mereka juga sering mengirimkan undangan via e-mail, dimana ada yang gratis dan ada juga yang berbayar.

6. LinkedIn

Yang satu ini cukup spesial, sebab LinkedIn ini adalah gabungan antara jobsite dengan sosial media. LinkedIn cukup terkenal di kalangan profesional dan B2B (Business to Business) Marketers. LinkedIn bisa menjadi CV berjalan kamu, dimana kamu bisa mempromosikan profil di Timeline. Jika kamu menggunakannya dengan tepat, bukan tidak mungkin malah HR perusahaan yang menghubungi kamu tanpa perlu melamar.

LinkedIn juga menyediakan fitur easy apply yang artinya kamu hanya perlu melamar langsung lewat LinkedIn, tanpa perlu menyediakan dokumen aneh-aneh dan cukup menggunakan profil LinkedIn-mu saja. Nantinya semua notifikasi status lamaran akan langsung muncul di dalam aplikasi LinkedIn-mu.

Dan LinkedIn juga mendukung community building seperti layaknya social media lain (Instagram, Facebook, atau bahkan TikTok). Bedanya, kamu harus menggunakan bahasa profesional dengan data yang valid mengingat pengguna LinkedIn semuanya adalah profesional.

Kamu juga bisa membuat group, fanspage, atau mengakses kursus online gratis (lengkap dengan sertifikatnya juga!). Kamu juga bisa mengambil tes yang nantinya jika kamu lulus, maka statusnya akan muncul di profil kamu. Lumayan kan untuk lebih meyakinkan HR saat kamu melamar kerja.

Sebelumnya, tim xinfczd sudah pernah menulis tentang LinkedIn secara lengkap. Kamu bisa mengaksesnya di link ini:

7. Kalibrr

Kalibrr memberikan sentuhan berbeda pada proses penyortiran kandidat. Beberapa di antaranya adalah, kamu bisa langsung menghubungi perusahaan lewat fitur chatting di dalam aplikasi, atau bahkan mengikuti psikotes online langsung di Kalibrr! Ini tentu juga mempermudah kandidat dalam mengerjakan tes, sebab kandidat bisa mempersiapakan diri sebaik-baiknya sebelum mengambil tes.

Dan sama seperti jobsite yang lain, Kamu juga bisa melamar langsung di Kalibrr tanpa perlu mendesain CV yang merepotkan, sebab Kalibrr sudah menyediakan tempat untuk menuliskan pengalaman dan latar belakang kamu.

Itulah 7 situs terpercaya untuk melamar kerja. Pastikan kamu sudah membaca seluruh persyaratan dan deskripsi lowongannya terlebih dahulu sebelum melamar dan gunakan fitur search untuk mencari lowongan di posisi tertentu. Terakhir, jangan lupa lengkapi semua berkas dan selalu aktif merespon pesan yang diberikan oleh perusahaan. Semoga sukses!

Mengenal 7 Jenis Profesi Digital Merketing yang Lagi Ngehits

5/30/2020 Add Comment
Saat ini mayoritas perusahaan sudah tidak hanya berfokus pada cara pemasaran konvensional saja, tapi juga masuk ke ranah Digital Marketing. Mulai dari website, social media, Google Ads, dan banyak lagi. Dan karena masalah pemasaran digital ini ternyata juga tidak simpel, maka banyak perusahaan pun mencari pekerja yang menguasai bidang ini yang kemudian membuat profesi Digital Marketing menjadi cukup populer.

Nah karena banyak menyangkut teknologi, profesi ini banyak diminati dan dinilai cocok untuk para generasi milenial yang kebanyakan sudah melek teknologi. Dari segi penghasilan, nilainya juga tidak kalah dengan profesi-profesi bergengsi lainnya loh! Menurut data dari Indeed, gaji Digital Marketer di Indonesia berada di angka 5.5 juta rupiah!

Tapi sebenarnya apa sih jenis-jenis dari Digital Marketing ini? Dan apa yang harus dikerjakan? Apakah cukup dengan buka-buka HP dan laptop terus dapat bayaran? Eits, tidak semudah itu ferguso! Biar kamu nggak salah, berikut akan kami infokan 7 jenis profesi Digital Markting yang paling populer di Indonesia.

Mengenal 7 Jenis Profesi Digital Merketing yang Lagi Ngehits

7 Jenis Profesi Digital Marketing Paling Populer

Tadi sudah dibahas bahwa Digital Marketing mencakup banyak hal, dan tentu saja tidak mungkin ditangani oleh satu orang saja. Sebagai tambahan, kebanyakan dunia pendidikan masih belum memberikan materi tentang Digital Marketing yang update sesuai dengan kondisi lapangan. Jadi mungkin saja ada beberapa hal yang terdengar asing.

Content Creator

Content creator atau kreator konten bertugas untuk membuat berbagai jenis konten untuk kebutuhan promosi perusahaan. Biasanya terdiri dari teks, gambar, video, atau podcast yang berisi materi produk yang dipromosikan oleh perusahaan tempat kamu bekerja. Kebanyakan konten menggunakan prinsip soft-selling atau penjualan tidak langsung, sehingga audiens tidak tahu kalau yang sedang mereka nikmati adalah konten yang berisi kegiatan promosi.

Profesi Content Creator akan membutuhkan kolaborasi dari tim sales dan marketing dari perusahaan, guna menciptakan content pemasaran yang baik dan sesuai dengan alur penjualan dari perusahaan.

Untuk menjadi seoorang content creator, kamu harus memiliki latar belakang pendidikan Marketing, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Komunikasi Bisnis, atau DKV.

Copywriter

Banyak yang salah mengira bahwa Copywriter itu kerjanya copy paste. Well, itu 100% salah ya! Dalam bahasa Inggris, copy itu artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan tulisan sedangkan writer berarti penulisnya.

Ini artinya Copywriter adalah profesi yang bertanggung jawab untuk menyediakan segala kebutuhan tulisan yang dibutuhkan perusahaan. Dalam digital marketing, peran Copywriter bisa dibilang paling krusial sebab sebagian besar konten yang diproduksi di dunia digital selalu mengandung tulisan.

Copywriter akan mengemban tanggung jawab untuk menulis naskah iklan, teks landing page, caption social media, headline, brosur, dan banyak lagi. Pokoknya semua yang berkaitan dengan tulisan yang mengandung marketing. Dan para Copywriter pasti bakal berkolaborasi dengan tim Social Media, Marketing, dan Desainer.

Untuk menjadi seorang Copywriter, kamu harus memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, Marketing, Komunikasi Bisnis, atau Media/Jurnalistik

SEO (Search Engine Optimization) Specialist

Siapa nih yang sering dengar tentang SEO? SEO atau Search Engine Optimization adalah cabang digital marketing yang membahas tentang cara kerja search engine atau mesin pencari seperti Google. SEO Specialist biasanya akan berkolaborasi dengan tim Copywriter dan Web Developer perusahaan, agar semua hasil kerja mereka masuk ke dalam standar SEO.

Tugas dari SEO Specialist sendiri tidak banyak jika dibandingkan dengan profesi di dalam dunia digital marketing lainnya, sebab SEO Specialist hanya bertugas untuk mengikuti update algoritma SEO dan memastikan bahwa konten serta produk digital perusahaan lainnya masuk ke dalam algoritma tersebut.

Seorang SEO Specialist akan banyak berurusan dengan kata kunci, struktur web/konten, dan strategi mencari backlinks. Perusahaan juga akan memberikan nilai tambah bagi kamu yang pernah mengurus blog pribadi.

Untuk menjadi seorang SEO Specialist, kamu harus memiliki latar belakang IT, Media/Jurnalistik, atau Manajemen Bisnis

Social Media Specialist

Khusus buat kamu yang suka banget dengan dunia social media, maka ini adalah profesi yang paling cocok buat kamu! Ya, Social Media Specialist merupakan profesi yang bertanggung jawab atas perkembangan akun social media dari perusahaan.

Dalam dunia digital marketing, social media merupakan salah satu channel marketing yang sangat penting. Mengingat pengguna social media sendiri sudah sangat banyak dan tentu saja itu artinya jumlah pelanggan potensial yang juga banyak. Di sinilah seorang Social Media Specialist dibutuhkan, untuk merangkul para pengguna social media itu menjadi konsumen loyal perusahaan.

Tapi Social Media Specialist tidak hanya bertugas sebagai admin yang kerjanya upload dan balas DM saja loh! Kamu juga harus bisa membuat content dan marketing plan (SMM dan SMO), optimasi IG/FB Ads atau ads social media lainnya, memonitor perkembangan akun, sampai membuat konten untuk social media itu sendiri, yang artinya kamu bakal perlu sedikit kemampuan desain grafis dan copywriting.

Tapi tenang saja, sebab ada perusahaan yang memisahkan divisi Social Media Specialist dengan Designer maupun Copywriter-nya, jadi kamu hanya murni menangani perkembangan akunnya saja. Biasanya Social Media Specialist akan bekerja sama dengan dua divisi tadi, ditambah E-Commerce, Marketing, dan Public Relation untuk kebutuhan press release.

Untuk menjadi seorang Social Media Specialist, kamu harus memiliki latar belakang Ilmu Komunikasi, Marketing, DKV, Komunikasi Bisnis, atau Media/Jurnalistik.

Content Marketer

Setelah konten-konten tadi dibuat dan diunggah ke situs/akun social media, tentu sekarang adalah bagaimana cara mencari views dan followers kan? Nah di sinilah tugas seorang Content Marketer!

Content Marketer harus tahu bagaimana cara menyebar dan memasarkan content ke audiens yang tepat, sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Serta harus menguasai metode terbaik untuk menciptakan konversi (rasio antara views/followers dengan sales).

Pada prakteknya, profesi Content Marketer di beberapa perusahaan merupakan gabungan dari Content Creator, SEO Specialist, dan Social Media Specialist. Jobdesknya bisa gabungan dari ketiga itu (meskipun tidak semua).

Untuk menjadi seorang Content Marketer, kamu harus memiliki latar belakang Ilmu Komunikasi, Marketing, atau Komunikasi Bisnis.

UI/UX Specialist

Jika kamu pernah terpukau dengan tampilan dan merasakan mudahnya mengakses menu dari sebuah aplikasi, maka itu adalah hasil yang bagus dari seorang UI/UX Specialist. Yap, UI/UX Specialist merupakan salah satu cabang digital marketing yang menangani masalah seputar tampilan, design, dan alur penggunaan aplikasi atau web digital dari perusahaan.

Banyak orang bertanya-tanya apakah UI (User Interface) dengan UX (User Experience) itu berbeda atau tidak. Jawabannya adalah beda, dan keduannya memliki prinsip masing-masing meskipun tidak 100% terpisah.

Sesuai pengertiannya, UI lebih terfokus pada Interface atau tampilan antarmuka. Biasanya seseorang yang memegang prinsip UI akan lebih memperhatikan estetika dari desain yang dia buat. 

Sedangkan UX lebih terfokus pada kegunaan dari desain tersebut, apakah desain itu bisa digunakan oleh manusia atau tidak. Salah satu yang menarik adalah, ada profesi yang hanya mensyaratkan UX saja tanpa perlu menguasai UI seperti UX Researcher.

Seorang UI/UX Specialist akan memiliki tanggung jawab untuk membuat desain dan perkiraan flow pengguna untuk aplikasi atau situs web perusahaan, lalu membuat perbaikan sesuai dengan data yang dikumpulkan dari lapangan.

Jika kamu tertarik untuk menjadi UI/UX Specialist, maka kamu perlu memiliki latar belakang Psikologi atau DKV.

Digital Ads Specialist

Sama seperti dunia periklanan konvensional, dunia periklanan digital (seperti IG Ads dan FB Ads) juga memerlukan orang yang ahli di bidangnya. Sebab, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam kesuksesan periklanan digital seperti rasio konversi, penggunaan kata kunci, dan jenis konten yang memiliki impact yang baik di dunia digital. Semuanya ini merupakan tanggung dari seorang Digital Ads Specialist.

Tapi ada juga perusahaan yang menggabungkan profesi Digital Ads Specialist dengan Digital Marketing Specialist-nya sekaligus. Untuk lebih jelasnya, kamu harus membaca tanggung jawab dan persyaratan yang ditulis oleh perusahaan sebelum memutuskan untuk melamar.

Jika kamu tertarik menjadi seorang Digital Ads Specialist, maka kamu perlu memiliki latar belakang Marketing, Komunikasi Bisnis, atau Ilmu Komunikasi.

Nah, sekarang sudah cukup jelas kan jenis-jenis profesi Digital Marketing yang cukup populer? Memang terkadang tidak selalu ideal sesuai dengan deskripsi dan pengertiannya, jadi sebisa mungkin kamu harus bisa menguasai setidaknya 3 sampai 4 jenis dari posisi di atas sekaligus. Sekarang, apakah kamu siap menjadi seorang yang handal dalam dunia Digital Marketing? 

Apa Itu Istilah Monkey Business dan Resiko Jika Anda Mengikutinya

5/05/2020 Add Comment
Belakangan ini istilah 'Monkey Business' menjadi cukup populer di tengah-tengah merebaknya kasus penimbun masker yang merugi. Ya, istilah Monkey Business ini memang sudah dikenal cukup lama, terutama jika anda masuk ke dunia pasar modal/saham dimana para pelaku skema bisnis ini sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya.

Sebelum kita lanjut ke pembahasan lebih jauh, mari kita bahas terlebih dahulu sejarah dari cerita di balik istilah Monkey Business ini. Diawali dari seorang pengusaha kaya yang membeli monyet seharga 1 juta (anggap saja harga pasarannya segitu). Pengusaha ini lalu merasa tidak cukup, dan akhirnya meminta untuk mencari monyet lebih banyak lagi.

Kabar ini tentu cepat meluas (tentu saja, sebab ini berhubungan dengan peluang bisnis dan keuntungan) ke masyarakat, yang akhirnya membuat masyarakat segera berlomba-lomba mencari monyet untuk dijual ke pengusaha kaya tersebut. Lambat laun, monyet-monyet habis diburu dan dijual ke pengusaha tersebut sebesar 1 sampai 1.5 juta.

Karena populasi monyet sudah berkurang dan makin sulit dicari, akhirnya pengusaha tersebut menaikan harga penawaran ke angka 2 juta dan kejadian itu terulang lagi seperti di awal-awal saat dia mencari harga 1 juta. Masyarakat yang semakin berapi-api akhirnya terus memburu monyet lain, dan bahkan rela merogoh kocek untuk membeli monyet yang dijual oleh pemburu lain atau membuat peternakan monyet sendiri. Dari sini, tentu harga pasar sudah naik habis-habisan karena banyaknya permintaan.

Apa Itu Istilah 'Monkey Business' dan Resiko Jika Anda Mengikutinya

Ketika populasi monyet habis dan si pengusaha tidak bisa mendapatkan lagi monyet sampai harga tertentu, maka ia akan memulai untuk menjual monyetnya kembali ke masyarakat dengan memperhitungkan margin keuntungan yang ia dapat. Sebut saja rata-rata harga monyet yang ia beli adalah 3.8 juta, maka seekor monyet dijual seharga 4 juta sudah cukup untung bukan? Bahkan harga ini bisa lebih murah dari harga pasar yang ternyata sudah menembus sampai 6 juta karena permintaan tinggi tadi.

Masyarakat yang masih terkena efek dari skema bisnis ini, tentu berlomba-lomba untuk membeli monyet yang harganya 'di bawah pasar' tersebut. Karena si pengusaha sudah selesai dengan tugasnya, maka tidak ada lagi permintaan monyet dengan harga tinggi. Harga pun berangsur menurun seiring dengan banyaknya stock yang ada di pasaran. Dari sinilah masalah timbul dan akhirnya banyak penjual monyet dadakan yang merugi karena tidak menyadari bahwa mereka telah dikerjai.

Fenomena Monkey Business di Tengah Wabah Corona

Hal ini persis sama ketika kejadian yang menimpa para penimbun masker. Mereka sekarang mulai sakit kepala karena kerugian yang diderita akibat dari Monkey Business ini. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa ternyata masker bedah yang dijual di pasaran ternyata bisa digantikan dengan masker kain dengan harga yang relatif jauh lebih murah.

Ditambah lagi konsumen masker terbesar, yaitu negara China sudah mulai mengurangi permintaan masker karena wabah Corona di negara mereka sudah berangsur membaik. Sekarang para penimbun amsker mulai berlomba-lomba untuk menjual barang timbunan mereka dengan harga adu murah (ada yang sampai membuat tweet "twitter do your magic" malah).

Ini yang terjadi jika anda hanya ikut bisnis atau jualan tanpa perencanaan dan pengetahuan berdagang yang cukup matang alias dadakan. Anda bisa saja terjerat berbagai skema bisnis yang tidak membawa keuntungan, dan malah menyedot keuangan anda. Sudah sulit dapat kerja karena wabah, sekarang malah harus menanggung rugi karena fenomena ini. Benar-benar miris.

Menimbun Barang yang Mengakibatkan Kelangkaan itu Dilarang Undang-Undang!

Pemerintah tentu tidak diam saja dalam menghadapi potensi merugikan ini, sebagaimana mereka mengaturnya dalam undang-undang Pasal 29 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (“UU 7/2014”). Selain potensi kerugian yang besar, kelakuan menimbun barang juga bisa mengakibatkan masalah sosial seperti kelangkaan.

Kasus-kasus Monkey Business seperti ini sudah terjadi sejak lama, mulai dari tumbuhan gelombang cinta sampai ikan louhan. Dan masyarakat sepertiya tidak pernah cukup belajar dari kedua kejadian itu. Memang jualan tidak dilarang hukum, tapi tidakkah sedikit menggunakan akal sehat sebelum memutuskan untuk jualan?

Potensi rugi terbesar adalah mereka yang baru ikut-ikutan di akhir periode, dimana harga sudah naik gila-gilaan dan siap untuk terjun bebas. Dan ini yang sekarang sedang terjadi di masyarakat. Jadi, sebelum anda ikut-ikutan berjualan, ada baiknya anda melakukan analisa jangka panjang terlebih dahulu apakah model jualannya termasuk skema bisnis menyedihkan ini atau tidak.

Bagaimana Teknologi Bisa Membantu Manusia Untuk Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid-19

4/30/2020 Add Comment
Tahun 2020 sepertinya tidak menjadi tahun yang cukup menggembirakan, bahkan sejak tahun tersebut dimulai. Di tahun ini, lagi-lagi dunia terkena wabah penyakit yang mendunia (pandemi) virus corona atau yang disebut Covid-19. Virus ini menjangkit hampir seluruh negara di dunia, dan bisa berpotensi melumpuhkan kegiatan seluruh manusia.

Tentu saja semua orang akan merasa takut, panik, dan khawatir. Sebab pandemi ini terbukti sudah membuat orang takut untuk saling berinteraksi (tentu karena takut ketularan), bahkan beberapa negara sudah memberlakukan ketentuan pembatasan sosial sampai lockdown/karantina wilayah total. Keadaan seperti ini tentu sangat mengancam keberlangsungan roda ekonomi suatu negara.

Namun berkat teknologi, imbas dari pandemi ini ternyata bisa diminimalisir. Dengan memanfaatkan teknologi, manusia bisa mengganti metode untuk melakukan keseharian mereka tanpa mengurangi efektifitas kegiatan tersebut mulai dari pekerjaan professional sampai menghimpun donasi dari masyarakat. Bagaimana caranya?

Bagaimana Teknologi Bisa Membantu Manusia Untuk Beraktivitas di Tengah Pandemi Covid-19

Bagaimana peran teknologi dalam membantu manusia beraktivitas di pandemi Covid-19

Menjaga jarak satu sama lain adalah satu-satunya cara untuk menghindari penyakit ini, mengingat masih belum ada vaksin yang efektif. Teknologi yang dikembangkan pun akhirnya juga menganut dasar prinsip ini. Berikut beberapa implementasi kemajuan teknologi yang bisa digunakan manusia untuk tetap melanjutkan kegiatan di tengah pandemi covid-19.

Video conference sebagai pengganti meeting (Zoom, Meet, dll)

Melakukan meeting sambil menghindari wabah penyakit tentu menjadi fokus tersendiri bagi perusahaan. Di satu sisi, para pekerja tentu takut dengan kecepatan penularan penyakit ini. Namun, di sisi yang lain perusahaan juga tidak bisa berkembang tanpa komunikasi ide dan perencanaan yang baik.

Di sinilah peran aplikasi video conference bisa membantu. Dengan ini, maka semua perusahaan masih bisa melakukan meeting dan report seperti biasa tanpa ada masalah berarti. Fitur-fitur yang dibawakan oleh aplikasi-aplikasi ini pun juga sudah cukup mumpuni. Mulai dukungan untuk video call lebih dari dua peserta, sampai fitur screen recording untuk menjelaskan apa yang ada di layar secara langsung.

Tidak hanya untuk kebutuhan korporat, dunia pendidikan pun juga bisa terbantu dari kehadiran aplikasi ini. Sekolah bisa tetap melanjutkan kegiatan belajar mengajar mereka secara jarak jauh, tanpa perlu mengandalkan kelas fisik di tengah pandemi.

Ilustrasi Teknologi

Project management apps untuk mengatur flow pekerjaan secara remote (Jira, Trello, dll)

Mengatur jalannya projek tanpa bertatap muka tentu tidak mudah, sebab biasanya mengemukakan ide dengan hanya ucapan/tulisan saja bisa menimbulkan persepsi berbeda jika dibandingkan dengan melakukan keduanya sekaligus. Nah, untuk mengatasi ini maka diperlukan aplikasi yang bisa memvisualisasikan ide meskipun tanpa bertatap muka sekalipun.

Beberapa aplikasi project management ternyata sudah dikembangkan, bahkan sebelum wabah ini berlangsung. Sebut saja dua aplikasi yang paling terkenal yaitu Jira dan Trello, kedua aplikasi ini bisa membantu para project manager untuk memvisualisasikan flow proyek dengan cukup baik. Mulai dari To-Do list, In-progress, sampai yang sudah disetujui (approved).

Pengolahan dokumen kolaboratif, tetap bisa bekerja bersama-sama meskipun tidak bertatap muka

Siapa yang masih belum tahu aplikasi Google Docs? Atau mungkin Figma jika anda adalah seorang desainer? Ya keduanya merupakan aplikasi produktivitas yang bisa diakses secara kolaboratif, dengan beberapa orang sekaligus dalam satu waktu.

Aplikasi tersebut memungkinkan anda untuk tetap bekerja bersama-sama dengan tim, meskipun ada himbauan pembatasan sosial. Dengan begitu, maka semua tim tetap bisa saling membantu satu sama lain tanpa ada halangan yang sulit.

Social Media Marketing (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM), sebagai metode pemasaran baru tanpa bertatap muka

Marketing tentu merupakan elemen yang paling penting dalam perusahaan. Tanpanya, perusahaan akan kesulitan untuk memasarkan produk-produk dan layanan terbaru mereka ke masyarakat. Tapi, bagaimana cara melakukan kegiatan marketing di tengah pandemi yang melarang orang bertatap muka ini?

Tidak masalah, sebab sudah ada teknologi SEO dan SEM dimana perusahaan bisa memasarkan produknya secara online. Cukup buat situs website dan akun sosial media resmi, dan perusahaan bisa langsung memulai melakukan online marketing baik secara organik maupun berbayar.

Masih banyak lagi perkembangan teknologi yang membantu manusia dalam melawan pandemi ini. Nah bagi anda yang juga tengah berjuang untuk mempertahankan bisnis dan usaha anda di tengah-tengah pandemi covid-19, maka anda bisa mempertimbangkan untuk membuat website anda sendiri lalu mengubah teknik marketing anda ke SEO dan SEM.

Untuk urusan teknis seperti Domain dan Hosting, anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan layanan sewa hosting yang sudah cukup banyak di pasaran. Setelah itu, anda bisa langsung menyewa Hosting dan Domain untuk membantu kegiatan branding anda di dunia internet dan mempertahankan atau bahkan mengembangkan bisnis dan usaha anda, meskipun kondisi sedang tidak bersahabat.

Qwords juga bisa membantu anda untuk membangun website tanpa perlu repot belajar coding. Harganya pun juga sudah dibanderol satu paket dengan optimasi SEO-nya, sehingga anda tidak perlu khawatir kalau website tidak bisa ditemukan di mesin pencari.

Akhir kata, tetap perhatikan berita dan jaga kesehatan. Patuhi semua protokol covid-19 yang diberlakukan di daerah atau kota anda agar pandemi ini segera berakhir. Terima kasih.

Cara Menggunakan LinkedIn Untuk Media Mencari Lowongan Kerja

4/24/2020 Add Comment
Percayakah kamu bahwa lowongan kerja bisa didapatkan dari media sosial? Buat yang belum tahu, ada sosial media yang dibuat khusus untuk para profesional. Media sosial ini dikenal dengan nama LinkedIn, dan kamu bisa membuat akunmu sendiri secara gratis langsung di websitenya www.linkedin.com.

Sesuai fungsinya, media sosial ini bisa membuatmu terhubung langsung dengan berbagai tim rekrutmen dari berbagai perusahaan. Mulai dari perusahaan dalam negeri, sampai yang ada di lintas benua sekalipun. Nah, jika kamu bisa memanfaatkan media sosial ini, maka bisa saja kamu kebanjiran offering letter dari perusahaan! Mau tahu caranya?

Cara Menggunakan LinkedIn Untuk Media Mencari Lowongan Kerja

Mengenal cara kerja media sosial LinkedIn

Segera setelah kamu membuat akun baru, kamu akan langsung disuguhkan beberapa akun yang terintegrasi dengan daftar kontak di dalam ponsel. Sistem pertemanan LinkedIn disebut 'connect' dimana kamu bisa terhubung antara satu orang dengan yang lainnya. Setelah kamu mengirim permintaan connect dan disetujui, maka kamu bisa langsung saling terhubung.

Setelah itu, kamu akan diminta untuk mengisi detail profilmu. Ini bagian yang sangat penting (sekaligus menarik), karena format pengisian profil di LinkedIn sama persis seperti membuat CV. Isi semuanya selengkap mungkin. Mulai dari pengenalan diri, pengalaman, daftar skill, sampai riwayat pendidikan.

Semakin kamu mengisinya dengan baik, maka semakin besar kemungkinan kamu dikontak oleh recruiter dari perusahaan yang melihat profilmu. Jangan lupa untuk memasang foto profil yang good looking untuk semakin meningkatkan kesan pertama.

Berbeda dengan saat kamu memainkan sosial media Instagram, Facebook, dan sejenisnya. Di LinkedIn, jangan harap kamu menemukan konten-konten alay seperti foto wajah gaya duck face atau video goyang itik. Sebab semua postingan yang ada di LinkedIn, selalu dibuat untuk tujuan professional seperti personal branding maupun menunjukkan portofolio.

Ini alasan mengapa kamu harus tahu dulu bagaimana cara kerjanya. Jangan sampai kamu kebablasan menggunakan LinkedIn seperti layaknya Instagram atau bahkan TikTok. Yang ada, akunmu malah langsung 'di-block' oleh pengguna LinkedIn lainnya.

Optimasi LinkedIn untuk mendapatkan pekerjaan lebih cepat

Sama seperti media sosial lainnya, LinkedIn pun harus dioptimasi agar hasilnya optimal. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar profil LinkedIn-mu bisa menjadi magnet loker. Berikut tips yang bisa kamu lakukan.

Rajin menulis

Di LinkedIn, semakin kamu rajin menulis maka semakin tinggi tingkat keterlihatan profilmu di sistem pencarian. Tulisan yang kamu buat juga harus professional ya! Jangan pernah menulis quote-quote galau atau narasi tidak penting yang nggak ada kaitannya dengan dunia kerja.

Sedikit tips untukmu, jika kamu memiliki impian untuk menjadi creative content writer, maka inilah kesempatanmu untuk menunjukkan sejauhmana kemampuanmu menulis konten!

Bangun koneksi seluas mungkin

Di LinkedIn, semakin luas koneksimu maka semakin besar kemungkinan profilmu bisa dilihat orang. Berbeda dengan sosial media lainya, kamu tidak bisa langsung melihat profil seseorang yang tidak masuk dalam jaringanmu (setidaknya sampai sejauh lingkar ketiga).

Dengan kamu membangun koneksi seluas-luasnya, maka profilmu bisa lebih mudah dilihat orang lain yang kemungkinan berada di dalam lingkaran koneksi. Selanjutnya bisa jadi kamu mendapatkan kesempatan yang lebih luas dari koneksi-koneksi barumu!

Sedikit saran dari saya, usahakan kamu bisa terhubung dengan kolega-kolegamu (baik dari universitas ataupun di tempat kerja) yang sekarang. Sebab dari merekalah kemungkinan penawaran bisa datang.

Pasang daftar skill dan achievement yang relevan sebanyak-banyaknya

Dunia kerja bukan dunia yang berorientasi pada teori saja, melainkan praktek. Jika kamu memiliki kemampuan dan pencapaian yang relevan dengan jumlah besar, maka kamu akan semakin dinilai lebih professional daripada yang hanya punya sedikit atau tidak sama sekali.

Tambahkan semua daftar list kemampuan dan pencapaianmu di halaman profil. Tentu saja hanya kemampuan dan pencapaian yang cukup menjual dan berhubungan dengan dunia kerja yang kamu incar ya!

Jangan sungkan untuk membantu orang lain

Sama seperti kamu, ada banyak orang yang juga mencari pekerjaan di LinkedIn. Nah, kamu juga boleh membantu mereka untuk melakukan up di postingan orang yang sedang mencari pekerjaan. Dengan begitu, kamu juga mungkin akan dibantu orang lain juga di kedepannya (ingat hukum tabur tuai).

Kamu pun bisa membantu untuk melakukan endorsement skill yang dimiliki oleh teman-temanmu di LinkedIn, dan meminta mereka untuk melakukan hal yang serupa. Tapi ingat ya, lakukan kegiatan ini dengan jujur dan benar. Sebab percuma kamu punya banyak endorse, tapi tidak kredibel.

Setel preferensi pekerjaan yang kamu inginkan

Kamu juga bisa melakukan jemput bola dengan inisiatif sendiri. Ada ribuan lowongan kerja yang terdaftar di LinkedIn setiap harinya, yang dihimpun dari berbagai situs lowongan pekerjaan di seluruh Indonesia. Kamu bisa menyetel preferensi pekerjaan yang kamu inginkan, lalu melakukan apply langsung dari aplikasi.

Melengkapi profil dan menandai akun sebagai 'terbuka untuk kesempatan'

Terakhir, kamu perlu melengkapi profilmu hingga 100% (ditandai dengan emblem 'all-star') lalu membuat akunmu agar bisa dilihat oleh tim rekruter dari halaman pencarian LinkedIn. Ingat, jangan pernah menulis yang memberi kesan seperti sedang mengemis. Kamu harus bisa menyusun kata yang 'menjual' kemampuanmu dan menarik perhatian para rekruter.

Kurang lebih begitu cara menggunakan LinkedIn untuk media mencari lowongan kerja. Jangan pernah menyerah dan terus kejar karir yang sesuai mimpimu! Semangat dan sampai jumpa.

Tips Mengelola Social Media Agar Bisa Memperkuat Identitasmu

4/11/2020 Add Comment
Jaman sekarang siapa sih yang enggak punya sosial media? Kayaknya mulai bayi baru lahir, sampai kakek nenek sekarang sudah punya deh akun-akun seperti sosmed populer seperti Instagram, TikTok, dan kawan-kawan. Setiap orang pun bisa dengan bebas mengunggah konten apapun di dalam akun sosial medianya masing-masing.

Tapi tahukah kamu, bahwa bebas bukan berarti bisa asal upload? Seperti yang sudah kita ketahui, zaman sekarang akun sosial media juga bisa digunakan untuk memperkuat identitas! Identitasmu bisa mendapatkan stigma positif maupun negatif, bergantung dari apa yang kamu upload di dalam akun sosial mediamu.

Misalnya, jika kamu mengupload konten sensitif secara terus-menerus maka kamu bisa saja dicap sebagai penyebar hoax. Dan begitu juga jika kamu terus mengupload konten inspiratif, maka kamu bisa dianggap sebagai sosok yang inspirasional. Branding personal seperti ini di sosial media, ternyata memiliki banyak pengaruh dan bahkan bisa membawa berkat atau bencana di masa depan!

Tips Mengelola Social Media Agar Bisa Memperkuat Identitasmu

Ingat, akun sosial mediamu juga akan dipertimbangkan saat melamar kerja

Salah satunya adalah ketika kamu melamar sebuah pekerjaan dan kamu mencantumkan akun sosial mediamu di dalam CV. Kemungkinan kamu diterima bisa meningkat tajam, jika konten yang kamu share di sosial media, semuanya terkesan normal atau bahkan profesional. Tapi sebaliknya, jika isinya serba kacau maka kamu bisa saja ditolak mentah-mentah bahkan jika kemampuanmu cukup mumpuni.

Nah agar perjalanan sosial mediamu tidak menjadi ruined, maka ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Berikut di antaranya

Beraktivitaslah secara normal 

Jangan terlalu alay, tapi juga jangan terlalu sepi. Akun sosial media yang terlalu alay akan mengundang perasaan ilfeel dari orang yang melihatnya, sedangkan jika terlalu sepi maka apa gunanya kamu bikin akun sosial media?

Jika kamu memang bukan seorang social media savvy, maka kamu cukup upload foto-fotomu yang berkesan serta memiliki nilai memori yang tinggi dan tentu saja disertai dengan caption yang berisi bahasa yang pantas. Dengan begitu, maka kamu sudah meminimalisir resiko dari akun sosial media yang bisa menjegal karirmu!

Bila perlu, isi dengan portofolio

Portofolio apapun itu, apakah hasil gambar, tulisan, desain, atau foto-foto hasil jepretan sendiri. Dengan itu, maka tidak mungkin ada potensi rasa negatif dari orang yang melihat feed sosial mediamu.

Ditambah lagi, jika kamu mengisi beranda sosial media dengan hasil pekerjaanmu, maka bukan tidak mungkin kamu bisa mendapatkan sumber penghasilan yang baru lho! Kamu tentu sudah tahu kan bahwa semua konten yang dipasang di sosial media, memiliki potensi viral jika itu cukup menarik.

Hanya ikuti akun yang jelas dan tidak provokatif

Terkadang orang juga mengecek dengan siapa kamu berinteraksi di media sosial. Tentu kamu tidak berpikir bahwa orang akan tertarik jika kamu sering berinteraksi dengan konten provokatif bukan?

Apalagi jika sampai ternyata kamu yang menjadi pengelolanya. Wah, jangan pernah berharap bisa mendapatkan pekerjaan deh kalau begitu!

Jaga bahasamu!

Semua caption, tulisan, dan komentar yang kamu tambahkan di media sosial harus mengikuti kaidah sopan santun yang benar ya! Jangan sampai kamu kebablasan pakai bahasa-bahasa kasar dan nama-nama hewan di kebun binatang di akun sosial mediamu.

Sebagai tambahan, kamu bisa melakukan pengaturan privasi di setiap status yang kamu upload di sosial media (hanya twitter, LinkedIn, LINE, dan Facebook saja). Jika memang kamu ingin merahasiakannya, pastikan kamu sudah memilih privasi "hanya teman".

Nama dan foto profil yang jelas

Ingat, kamu bukan lagi anak baru puber yang pertama kali menggunakan sosial media. Hindari penggunaan nama-nama alay, dan gunakan hanya namamu yang tertera sesuai di KTP. Nama yang aneh akan mengurangi impresi dari orang yang melihat profil sosial mediamu.

Begitu juga dengan foto profil, pastikan kamu menggunakan foto profil tampak wajahmu dengan resolusi yang cukup baik. Tidak perlu foto kaku seperti di KTP, tapi paling tidak bisa dikenali dan memberikan kesan profesional. Atau, kamu juga bisa menggunakan foto profil logo/art yang kamu buat sendiri untuk mempresentasikan dirimu di sosial media.

Hindari penggunaan foto profil menggunakan aset yang bukan milikmu, seperti foto anime dan foto orang lain.

Pastikan penggunaan sosial mediamu sudah sesuai

Jika kamu menggunakan LinkedIn, maka gunakanlah sosial media tersebut dengan professional karena memang pangsa pasarnya dibuat khusus untuk mereka dan ini berlaku juga untuk sosial media yang lain. Jangan ditukar-tukar, sebab bisa menimbulkan kesan 'aneh' dari orang yang melihat.

Sesuaikan juga dengan tema konten yang kamu angkat. Jika kamu sudah sering mengupload foto professional, maka jangan sekali-sekali melakukan mixing dengan mengupload foto konyol.

Oke, itulah beberapa cara agar akun sosial mediamu terlihat well-managed di mata orang lain. Sekali lagi, sosial media bisa menjadi gerbang utamamu untuk memperoleh rejeki. Jadi pastikan akun-akun sosial mediamu sudah terkelola dengan baik. Segera rapihkan akunmu jika kamu merasa konten atau pengaturan yang kamu gunakan masih belum sesuai

Harus Work From Home (WFH)? Berikut Aplikasi yang Bisa Anda Gunakan!

3/27/2020 Add Comment
Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), memang beda rasanya dibandingkan dengan bekerja di kantor. Kondisi komunikasi dan laporan, biasanya menjadi sumber masalah utama bagi karyawan yang tidak pernah Work From Home sebelumnya. Kira-kira apakah ada aplikasi yang bisa membantu anda tetap produktif seperti biasanya?

Tidak perlu khawatir, sebab dunia teknologi sudah maju lebih jauh daripada dulu. Ada banyak sekali aplikasi yang bisa membantu anda untuk tetap produktif seperti biasa, layaknya di kantor. Mulai dari aplikasi untuk menggantikan papan tulis/whiteboard, conference call untuk meeting, sampai aplikasi edit dokumen yang bisa dibuka bersama-sama.

Harus Work From Home (WFH)? Berikut Aplikasi yang Bisa Anda Gunakan!

Berikut daftar aplikasi yang bisa anda gunakan untuk membantu kegiatan WFH anda:

1. Google Docs

Google Docs merupakan layanan pengolah dokumen kantoran (PPT, Doc, dan XLS) yang disediakan oleh Google. Dengan menggunakan Google Docs, maka proses pembuatan dokumen bisa dikerjakan oleh seluruh tim sekaligus, tanpa perlu mengirimkan softcopy secara manual.

Google Docs sendiri juga mendukung semua jenis perangkat, baik mobile maupun desktop. Sehingga anda bisa mengaksesnya dari mana pun dan kapan pun, selama anda memiliki koneksi yang memadai. Semua fiturnya juga tidak kalah dengan Ms. Office, sehingga anda tidak perlu bingung atau beradaptasi terlalu lama.

Untuk mengakses Google Docs, anda bisa mencari kata kunci "Google Docs" di google untuk akses lebih mudah. Setelah anda mengaksesnya, anda bisa langsung membuat dokumen kosong atau dengan template yang disediakan oleh Google. Setelah itu, anda juga bisa langsung mengundang tim anda untuk mengakses dokumen lewat tombol "share".

Sebagai tambahan, Google Docs sudah dilengkapi dengan fitur auto save. Sehingga anda tidak perlu lagi menekan Ctrl + S secara terus menerus.

2. Miro - Realtime Whiteboard

Miro merupakan aplikasi yang digunakan sebagai papan tulis digital. Dengan menggunakan Miro, anda bisa membuat Mindmap, plan, bahkan SOP sekalipun. Miro juga bisa diakses secara bersama-sama oleh banyak orang sekaligus.

Tambahkan dan masukkan semua ide dari tim tanpa perlu saling menunggu. Anda juga bisa menambahkan komentar jika anda merasa ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Semua perubahan akan langsung diberitahukan via email yang terdaftar di Miro

3. Slack

Slack merupakan moda komunikasi yang cukup terkenal di kalangan perusahaan yang memiliki banyak pekerja remote. Beberapa fitur andalannya adalah, sistem chatting yang seperti forum (bisa dibuat Thread di setiap topic), integrasi dengan berbagai aplikasi pendukung (seperti Google Drive, Miro, dan lainnya).

Slack bisa membantu komunikasi menjadi lebih efektif. Pasalnya beberapa komentar yang ditambahkan di aplikasi yang mendukung integrasi Slack, akan otomatis masuk ke dalam chatroom khusus di dalam Slack. Ini artinya, pemberi komentar tidak perlu melakukan micro-managing terlalu jauh.

Ditambah lagi, Slack juga mendukung pembuatan roomchat dengan topik tertentu. Sehingga pembicaraan tidak perlu melebar terlalu besar di dalam satu grup. Cukup masukkan anggota yang bertanggung jawab dari satu task, ke dalam chatroom tersebut dan semua anggota bisa fokus terhadap topik itu tanpa pusing.

Aplikasi Untuk Kerja dari Rumah WFH

4. Jira

Masalah perencanaan dan laporan kerja biasanya juga menjadi fokus tersendiri bagi perusahaan yang memberlakukan kebijakan WFH. Tentu saja, ada aplikasi yang bisa membantu anda untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu Jira.

Dengan Jira, maka setiap manager bisa membuat board tersendiri bagi timnya. Board bisa dibagi menjadi empat, seperti To-do, Draft, In-Review, dan approved. Dengan sistem ini, maka manager bisa mengawasi jalannya tim dan apa saja yang mereka kerjakan tanpa banyak menemui kesulitan.

Jira juga memiliki fitur time tracking. Sehingga semua anggota yang ada di dalam Jira, bisa melaporkan berapa lama waktu yang sudah mereka habiskan untuk satu task.

Semua perubahan yang dilakukan di dalam Jira, akan masuk ke dalam email manager secara otomatis. Sehingga sekali lagi, tidak perlu melakukan micro managing yang terlalu rumit.

5. Google Meeting

WFH dan harus meeting? Tidak masalah! Sebab sudah ada aplikasi Google Meeting yang bisa membantu anda untuk mengadakan meeting dengan peserta lebih dari dua orang sekaligus.

Setiap peserta meeting bisa menggunakan fasilitas video call, sehingga jika memang perlu mendemonstrasikan sesuatu lewat video, maka mereka bisa melakukannya tanpa perlu ganti aplikasi lain dan tetap bisa dilihat oleh semua peserta meeting.

Selain itu, juga terdapat fitur mute, dan para peserta bisa bergantian mengemukakan pendapatnya tanpa rebutan. 

Jadi, WFH bukan berarti kiamat kan?

Dengan aplikasi di atas maka produktivitas tetap berjalan, seperti layaknya di kantor meskipun haris WFH. Jangan lupa untuk terus saling berkomunikasi antar tim agar rencana dan aktivitas tetap berjalan seperti biasanya. Semangat!

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *