Fenomena Konvensional VS Online

March 24, 2016
Jaman sekarang bisa dikatakan sudah identik dengan jaman teknologi. Apapun kegiatan yang dilakukan pada jaman sekarang, mulai dari belanja, perbankan, perkantoran, sekolah, bahkan sampai order makanan dan pesan taksi serta tiket sekalipun, semuanya sudah tersedia via online.

Nah, masalahnya adalah bagaimana dengan sistem konvensional yang sudah mulai ditinggalkan? Bagaimana nasib mereka? Dampak yang jelas terlihat dari perubahan sistem ini adalah penurunan penghasilan dan yang paling parah adalah kehilangan mata pencaharian.

Konvensional VS Online


Salah satu kejadian miris yang terjadi adalah demonstrasi sopir taxi di ibukota, dimana mereka menuntut agar pemerintah tidak mendukung transportasi online Grab dan Uber. Sayangnya, unjuk rasa dan anarkis bukanlah solusi untuk memenangkan persaingan antara online dengan konvensional, malahan akan membuat konsumen semakin ragu akan kualitas dari pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut, benar bukan?

Nah, saya jadi teringat strategi dari sebuah perusahaan taksi besar di Indonesia, dimana mereka menggunakan layanan order online (namun dengan tambahan fee). Masalahnya, teknik saingan mereka (online) adalah order tanpa fee dan harga yang lebih murah. Dengan pertimbangan seperti itu, mana yang akan anda pilih?

Lalu bagaimana dengan solusi menutup layanan transportasi berbasis aplikasi? Saya rasa ini bukan solusi. Mengapa? Pada dasarnya, masyarakat akan memilih layanan yang lebih mudah, cepat, dan murah. Pertanyaannya, apakah layanan konvensional sudah seperti itu?

Salah satu sindiran yang cukup mengena berkaitan dengan kejadian demonstrasi tersebut adalah meme yang bertuliskan "Kantor Pos saja tidak menuntut E-mail, dan Mall tidak menuntut E-Commerce. Lantas mengapa kalian saling serang?". Memang cukup jelas, apabila kedua layanan sama-sama mumpuni, harusnya tidak saling menyerang.

Sekarang kita ambil contoh dari persaingan antara Swalayan dengan situs E-Commerce. Apa yang membuat Swalayan masih eksis di balik menjamurnya situs-situs E-Commerce? Ya, dengan berbelanja di toko swalayan, pelanggan bisa dengan cepat membeli barang dengan jumlah banyak dan langsung bisa digunakan saat itu juga. Hal ini bisa mengatasi keunggulan E-Commerce, dimana mereka memberikan penawaran dan diskon spesial untuk setiap transaksi.

Secara keseluruhan, seharusnya antara konvensional dan online ada plus minusnya. Kepekaan terhadap konsumen bisa menjadi kunci untuk menentukan pemenang persaingan kedua kubu tersebut, bukannya malah saling menjatuhkan satu sama lain. Salam!

Professional One Stop Property Advisor And Expert.
Your trusted financial planner and consultant
Owner of xinfczd.com

"Keep Calm And Tranquill Settlement"

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 Comments

Write Comments
Ahmad Niam
AUTHOR
March 25, 2016 at 4:17 PM delete

kalo ane sih pilih online aja...\
tapi konvensional juga ttp penting

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
March 26, 2016 at 3:31 AM delete This comment has been removed by a blog administrator.
avatar
DFC Microoba
AUTHOR
March 26, 2016 at 3:42 AM delete

yg manual lebih greget gan,, :-bd

Reply
avatar

No spam please! Be a good netizen. Komentar dengan link aktif akan dihapus oleh admin blog. EmoticonEmoticon

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *