4G Lebih Boros Kuota? Coba Cek Perbedaan Ini!

"Internet cepat apa gunanya?", bagaimana jika anda mendengar pertanyaan retorik satu ini? Nah, kabarnya karena ada pernyataan seperti itu, implementasi 4G di Indonesia menjadi sangat terlambat dimana di tahun 2015, 4G baru bisa masuk dan para operator baru mulai melakukan test, padahal 4G notabene sudah ada di dunia sejak 2009 (Standar LTE). 

Nah, kini 4G sudah mulai menyebar ke seluruh penjuru Indonesia, terutama di pulau Jawa. Namun, ketika saya sedang berjalan-jalan dan melihat-lihat handheld dengan fitur 4G, penjualnya mengatakan pada saya kalau teknologi 4G lebih boros kuota, dan banyak pelanggan yang mengeluh demikian. Nah, kalau memang lebih boros kuota sebelumnya mari cek perbedaan antara 4G dengan 3G dan 2G terlebih dahulu.

Revolution Of Internet

Kemampuan Download 4G mampu mencapai 10x teknologi 3G


Bahkan teknologi 4G LTE Cat 10 memiliki kemampuan download hingga 450 Mbps, bagaimana jika dibandingkan dengan 3G? HSDPA secara teoritical mampu mencapai kecepatan 42 Mbps sedangkan EDGE hanya bisa mengakomodasi download hingga 384 Kbps. Jika dilihat sepintas saja, maka jelas 4G memiliki kecepatan yang sangat jauh diatas generasi sebelumnya.

Kecepatan super cepat inilah yang membuat secara tidak sadar lebih boros kuota. Mengapa? Saya ambil contoh ketika anda memutar video YouTube. Jika anda menggunakan 3G, apa yang anda lakukan? Pasti menyetel resolusi (misal 360p saja) agar tidak terlalu sering buffering, atau karena keseringan buffering, anda malah menutup YouTube-nya kan? Nah, dengan 4G, anda bisa menonton video HD 720p tanpa buffering (berdasarkan pengalaman saya menggunakan mifi Smartfren M2S dengan teknologi LTE Cat 4), jelas penggunaan kuota menjadi jauh berbeda padahal menonton video yang sama.

Hal yang sama terjadi ketika anda melakukan download, saya ambil contoh misal anda mendownload file dengan ukuran 4 GB. Apa yang anda lakukan ketika menggunakan 3G? Secara anda pasti melakukan Pause/Play menggunakan download manager agar komputer atau ponsel anda tidak terlalu lama menyala, hingga mungkin memerlukan waktu 2 hari agar file tersebut bisa selesai terunduh spenuhnya. Namun dengan 4G, file tersebut bisa selesai dalam waktu kurang dari 1 jam saja. Nampak jauh bukan perbedaannya?

Berminat migrasi ke 4G?


Eits,  tunggu dulu. Migrasi ke 4G tidak hanya sekadar ganti kartu, namun anda juga harus memiliki handheld yang mendukung teknologi ini. Kartu 4G yang beredar sekarang juga tidak bisa berjalan di handheld 3G agar semua pelanggan bisa melakukan migrasi ke 4G sepenuhnya. Lalu, sebelum melakukan migrasi ke 4G, pastikan daerah anda juga sudah termasuk dalam area 4G coverage operator anda agar anda mendapatkan sinyal 4G dengan kualitas yang baik. Beberapa saat yang lalu, ketika PT Internux meluncurkan Bolt Super 4G daerah coveragenya hanya sampai sebatas Jabodetabek, namun beberapa orang malah memaksa menggunakan handheld Bolt yang di-unlock dengan harapan bisa menggunakan teknologi 4G di daerah yang tidak tercover dan tentu saja ini salah kaprah.

Nah, bagaimana? Berniat untuk meninggalkan teknologi lama dan pindah ke 4G? Satu lagi, pastikan anda menggunakan kecepatan 4G yang cepat dengan bijaksana kalau tidak mau kuota anda cepat habis!
Dwinandha Legawa
Dwinandha Legawa Author blog yang lagi sibuk berkelana. Temukan saya di LinkedIn:

1 comment for "4G Lebih Boros Kuota? Coba Cek Perbedaan Ini!"

  1. Saya pake 4g nya telkomsel, download memang kenceng banget, tapi kuota juga kenceng habis nya :D. Btw nice info gan :)

    ReplyDelete

No spam please! Be a good netizen. Komentar dengan link aktif akan dihapus oleh admin blog.