Mengintip Trend Properti Baru "Lifestyle Mall"

November 03, 2018
Trend pengembangan properti masa kini semakin lama semakin bervariasi. Salah satunya adalah dengan menghadirkan pusat perbelanjaan tepat di bagian depan perumahan atau pun di lantai dasar apartemen.

Banyak pengembang menggandeng berbagai vendor pusat berbelanjaan untuk melengkapi fasilitas huniannya. Berbagai jenis konsep pun digunakan, mulai dari Department Store, Supermall, sampai yang cukup populer saat ini: Lifestyle Mall.

Mungkin anda sering mendengar konsep mall jenis ini. Apa bedanya dengan Mall yang kebanyakan yang ada? Dulu, sebelum mall menjamur dengan cepat sekarang ini, masyarakat masih haus dan bangga jika tinggal di daerah di dekat pusat perbelanjaan besar di satu kota.

Mengintip Trend Properti Baru "Lifestyle Mall"

Semakin hari, semakin banyak mall besar yang dibangun di kota besar (salah satunya Jakarta, yang bisa dibilang setiap 100 meter ada mall besar.), sehingga orang pun mulai sumpek dan bosan jika tinggal di atas atau di dekat mall besar karena kondisinya yang ramai dan macet.

Para pengembang properti pun harus memutar otak agar tetap bisa menghadirkan hunian dengan fasilitas yang lengkap dan bergengsi namun tidak mengorbankan kenyamanan penghuni. Dan muncul lah ide menggunakan konsep lifestyle mall.

Mari kita lihat apa bedanya dengan Mall besar pada umumnya. Kita ambil contoh mudah di kota Surabaya yaitu Supermall Pakuwon Indah (Supermall Concept) vs Surabaya Town Square (Life Style Mall Concept).

Dari sisi tenant, terlihat perbedaan yang cukup mencolok, karena Surabaya Town Square hanya menghadirkan tenant Food and Beverages dan Supermarket kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan Pakwuon Mall yang menghadirkan aneka jenis tenant, mulai dari Ace Hardware (Toko bahan bangunan), Informa (Toko Furnitur), Fun World (Tempat bermain), dan bahkan ada dua supermarket di dalamnya yaitu Lotte Mart dan Hypermart.

Jelas perbedaan dari jumlah tenant, maka pas ada perbedaan pengunjung. Surabaya Town Square terlihat lebih sepi dan tenang dibandingkan dengan Pakuwon Mall yang sangat hingar bingar. Jika anda hanya datang sekali-kali, maka Pakuwon Mall jelas lebih menyenangkan. Namun jika anda setiap hari harus lewat Mall tersebut, tentu saja anda akan sumpek karena sangat ramai. Ini yang kemudian menjadi alasan bagi pengembang, mengapa lobby apartemen tidak dijadikan satu dengan lobby Mall.

Akses parkir menjadi alasan berikutnya. Dengan membuat supermall besar, maka akses parkir haruslah memadai. Bayangkan apabila di akhir pekan dan pengunjung mall membeludak. Anda sebagai penghuni tentu akan kesal karena harus antre dengan pengunjung mall. Belum lagi jika tempat parkirnya dicampur, maka akan ada resiko anda tidak bisa parkir.

Nah, terlihat bukan keuntungan dari Lifestyle Mall? Jadi anda tetap bisa tinggal di atas tempat perbelanjaan yang lengkap untuk kebutuhan sehari-hari, namun tidak mengorbankan kenyamanan anda untuk tinggal di dalam hunian. Beberapa contoh hunian di Surabaya yang mengadopsi lifestyle mall adalah Gunawangsa Tidar, 88 Avenue, Grand Sungkono Lagoon, Marvell City.

Professional One Stop Property Advisor And Expert.
Your trusted financial planner and consultant
Owner of xinfczd.com

"Keep Calm And Tranquill Settlement"

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

No spam please! Be a good netizen. Komentar dengan link aktif akan dihapus oleh admin blog. EmoticonEmoticon

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *